Modernisasi SOC: Evolusi dari XDR ke XSIAM Menuju Keamanan Otonom Berbasis AI

Dalam dunia digital yang serba cepat, ancaman siber tidak lagi datang perlahan. Mereka muncul, menyerang, dan menghilang dalam hitungan detik. Bagi tim keamanan, waktu bukan sekadar sumber daya — ia adalah garis hidup. Namun, sebagian besar Security Operations Center (SOC) masih beroperasi secara manual. Tim harus menyaring ribuan alert setiap hari, menelusuri log dari berbagai sistem, dan menanggapi […]
10 Tren Teknologi Ini Akan Mengubah 2026: Dari AI Lebih Cerdas, Keamanan Lebih Kuat, Hingga Bisnis Lebih Transparan

Tahun 2026 bukan lagi soal “siapa yang paling cepat berinovasi”, tetapi siapa yang paling cerdas, aman, dan transparan dalam memanfaatkan teknologi. Inovasi kini bukan sekadar adopsi — tapi soal memahami, mengatur, dan mengamankan teknologi di setiap lapisan bisnis. Menurut riset Gartner, lebih dari 70% transformasi digital akan melibatkan AI (Artificial Intelligence) sebagai penggerak utama. IDC […]
Bagaimana AI Observability Bisa Selamatkan Bisnis Anda dari Downtime?

Transformasi digital telah mempercepat inovasi di berbagai sektor, mendorong organisasi untuk mengadopsi teknologi cloud, container, microservices, dan AI dalam operasional mereka. Namun, perluasan ekosistem digital ini juga menghadirkan tantangan baru — sistem yang semakin kompleks, perlunya visibilitas yang luas yang luas, dan kesulitan menjaga kinerja aplikasi secara konsisten di berbagai lingkungan. Dalam konteks inilah kebutuhan akan AI observability muncul — pendekatan modern yang menggabungkan analitik berbasis kecerdasan buatan dan automasi untuk memberikan visibilitas menyeluruh, menemukan akar penyebab masalah dengan cepat, serta membantu organisasi menjaga stabilitas sistem di era multi-cloud dan AI. Apa Itu AI Observability? AI observability adalah pendekatan observabilitas modern yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis seluruh environment IT seperti lapisan aplikasi, infrastruktur, hingga pengalaman pengguna. Berbeda dengan observability tradisional yang hanya mengandalkan deteksi anomali, AI observability mampu memahami hubungan sebab-akibat antar komponen sistem. Hasilnya, tim IT dapat mengidentifikasi akar masalah secara otomatis, mempercepat pemulihan insiden, dan meminimalkan dampak terhadap operasional bisnis. Kompleksitas Lingkungan Digital di Era Multi-Cloud dan Microservices Organisasi modern beroperasi di lingkungan hybrid dan multi-cloud yang sangat dinamis. Aplikasi tersebar di berbagai platform dengan dependensi kompleks antara layanan, API, dan data pipeline. Kondisi ini memunculkan tantangan baru: volume informasi yang terlalu besar untuk dianalisis secara manual, tool observability yang terfragmentasi, serta kurangnya konteks antara performa sistem dan dampaknya terhadap bisnis. Tanpa platform yang terintegrasi, observability justru bisa menjadi sumber kebingungan baru. Tantangan Observability di Era Modern Tiga tantangan utama yang dihadapi tim IT saat ini meliputi: Tool sprawl akibat terlalu banyak solusi observability yang tidak saling terhubung. Overload karena volume log, metrik, dan trace yang terus meningkat. Kurangnya integrasi AI yang membuat sistem reaktif alih-alih proaktif. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan platform observability terpadu yang mampu memahami konteks, memprediksi potensi masalah, dan memberikan insight yang relevan secara otomatis. Dynatrace Observability AI: […]
Begini Cara Membangun Healthcare Cybersecurity yang Kuat untuk Sektor Kesehatan

Di era digital, rumah sakit di Indonesia tengah bertransformasi pesat—mulai dari penerapan Electronic Medical Record (EMR), telemedicine, hingga perangkat medis berbasis IoT. Transformasi ini membawa efisiensi tinggi dan layanan yang lebih cepat bagi pasien. Namun di balik kemajuan itu, ada risiko besar yang tak bisa diabaikan: keamanan data pasien. Data kesehatan termasuk aset paling berharga di pasar gelap siber. Ketika sistem rumah sakit terserang ransomware, dampaknya bisa fatal: operasional lumpuh, data terkunci, dan kepercayaan publik menurun. Inilah mengapa Healthcare Cybersecurity menjadi elemen krusial dalam setiap langkah digitalisasi rumah sakit. Tanpa strategi keamanan yang kuat, transformasi digital justru bisa membuka celah baru bagi ancaman ransomware, kebocoran data, dan serangan yang mengganggu layanan medis. Mengapa Cybersecurity Sangat Penting di Sektor Kesehatan? Di era digital, rumah sakit menyimpan banyak data pasien seperti rekam medis dan riwayat pengobatan. Data pasien sangat sensitif dan diatur ketat oleh hukum seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Sayangnya, masih banyak sistem rumah sakit yang perlu di modernisasi dan belum punya perlindungan siber yang kuat. Menurut Setiaji, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, data kesehatan harganya bisa 10 kali lebih mahal dibanding data kartu kredit di pasar gelap. Karena itu, peretas sering menjadikan sektor kesehatan sebagai sasaran utama. Dalam forum Health-CSIRT 2025, pemerintah menekankan pentingnya keamanan digital agar data pasien dan layanan kesehatan tetap terlindungi. Apalagi sekarang banyak layanan telemedicine dan alat medis yang terhubung ke internet. Jika keamanannya lemah, ancaman bisa masuk kapan saja. Maka dari itu, cybersecurity bukan lagi tambahan, tapi bagian penting dari rumah sakit digital yang aman dan terpercaya. Bagaimana Membangun Fondasi Healthcare Cybersecurity yang Kuat Untuk membangun ekosistem kesehatan digital yang tangguh, diperlukan tiga pilar utama: People: Peningkatan kesadaran keamanan bagi staf medis dan administratif. Process: SOP yang kuat, monitoring real-time, dan respons cepat terhadap insiden. Technology: Platform […]
Cari Tahu Kenapa OpenShift Virtualization Engine Harus Jadi Pilar Infrastruktur Bisnis Anda

Meningkatnya tekanan bisnis untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan tinggi, efisiensi biaya, dan migrasi cepat membuat organisasi tidak punya lagi ruang untuk infrastruktur lawas yang rentan terhadap berbagai ancaman. OpenShift Virtualization Engine hadir sebagai solusi yang didedikasikan untuk Virtual Machine (VM), tanpa fitur tambahan yang mungkin tidak dibutuhkan. Dengan begitu operasional bisnis Anda bisa lebih fokus, efisien, dan siap menghadapi berbagai risiko. Menurut Red Hat datasheet, OpenShift Virtualization Engine mendukung arsitektur bare-metal hingga 128 core per socket pair dan telah dioptimalkan untuk workload berdensitas tinggi sehingga relevan bagi industri yang menuntut performa tinggi tanpa menghabiskan biaya tinggi. Tantangan Virtualisasi di Era Hybrid Cloud Dalam lingkungan hybrid cloud, penggunaan infrastruktur on-premises dan public cloud memberikan tantangan terkait operasional dan kendala teknis yang signifikan bagi suatu organisasi. Kompleksitas meningkat lantaran platform yang proses yang tersebar, kendala teknis yang kompleks, hingga visibilitas menurun karena cakupan sistem tersebar di banyak lingkungan. Tak sampai di situ, faktor keamanan dan pengelolaan data juga menjadi tantangan lainnya. Hybrid cloud juga kerap menghadapi keterbatasan visibilitas, meningkatnya kompleksitas, dan risiko miskonfigurasi yang dapat membuka celah keamanan besar bagi sistem virtualisasi yang tidak dikelola dengan baik. Akibatnya, solusi virtualisasi tradisional yang dikembangkan untuk data-center legacy menjadi tidak cukup gesit atau sulit terintegrasi untuk skenario hybrid, termasuk migrasi VM ke cloud, konsolidasi VM dan container, manajemen workload lintas lingkungan. Faktor inilah yang menuntut platform virtualisasi modern yang lebih adaptif dengan perkembangan jaman dan kebutuhan bisnis. Red Hat OpenShift Virtualization Engine: Menyatukan VM dan Container dalam Satu Platform Untuk mengatasi berbagai tantangan di atas, Red Hat OpenShift Virtualization Engine hadir sebagai edisi khusus yang dirancang bagi organisasi yang membutuhkan solusi virtualiasi kelas enterprise, namun tetap siap untuk masa depan container dan cloud-native. Red Hat memungkinkan pengelolaan dan penskalaan VM secara eksklusif secara sederhana, sambil tetap memberikan jalur terbuka untuk migrasi ke containerization ketika diperlukan. Red Hat datasheet mencatat bahwa OpenShift Virtualization Engine menurunkan overhead tidak penting dan kompleksitas untuk memberikan skalabilitas dan reliabilitas kelas enterprise yang dibutuhkan oleh virtualisasi, migrasi ke virtualisasi, atau beban kerja high-density. Dengan begitu, perusahaan dapat mengonsolidasikan investasi virtualisasi dan mengelola VM […]
Sejauh Mana Modern Application Development Bisa Selamatkan Kerentanan Aplikasi?

Bisnis modern kini sepenuhnya bergantung pada aplikasi, mulai dari sistem transaksi hingga pengendalian proses industri. Namun, aplikasi yang dibangun secara tradisional sudah tidak cukup untuk memenuhi tuntutan digital saat ini. Untuk itu, diperlukan arsitektur aplikasi modern yang bergerak dari sistem monolitik menuju arsitektur modular, terdistribusi, dan cloud-native untuk mempercepat pengembangan, meningkatkan skalabilitas, dan meningkatkan efisiensi […]