Di era digital saat ini, hampir semua aktivitas bisnis bergantung pada identitas, mulai dari karyawan yang mengakses aplikasi, hingga sistem yang saling terhubung melalui login dan kredensial. Semua terlihat praktis, tetapi di sisi lain membuka celah baru yang sering tidak disadari.

Masalahnya, serangan siber juga ikut berubah. Penyerang tidak lagi harus membobol sistem dari luar. Mereka cukup menggunakan kredensial yang valid, hasil phishing atau pencurian data, untuk masuk seperti user biasa. Karena terlihat “normal”, aktivitas ini sering luput dari deteksi.

Sayangnya, banyak organisasi masih mengandalkan sistem keamanan lama yang tidak dirancang untuk mengenali ancaman seperti ini. Inilah mengapa pendekatan seperti Identity Threat Detection and Response (ITDR) menjadi penting, untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak awal sebelum berkembang menjadi serangan besar.

Mengapa Ancaman Berbasis Identitas Semakin Berbahaya?

Lingkungan IT modern telah berubah drastis. Identitas tidak lagi terbatas pada active directory di dalam jaringan, tetapi tersebar di berbagai sistem:

  • Hybrid cloud dan multi-cloud
  • Aplikasi SaaS
  • Remote workforce
  • Service accounts dan machine identities

Setiap identitas menjadi potensi entry point.

Yang membuatnya semakin berbahaya:

  • Aktivitas attacker sering terlihat seperti user biasa
  • Banyak akun tidak terkelola atau sudah tidak aktif
  • Kredensial digunakan ulang di berbagai sistem
  • Serangan terjadi tanpa malware (fileless attack)

Akibatnya, organisasi sering terlambat menyadari bahwa sistem mereka telah dikompromikan.

Mengapa Keamanan Tradisional Tidak Lagi Cukup?

Pendekatan keamanan tradisional memiliki keterbatasan besar dalam menghadapi serangan berbasis identitas. Solusi ini umumnya tidak memiliki visibilitas terhadap aktivitas otentikasi, sehingga sulit membedakan mana aktivitas normal dan mana yang berbahaya. Akibatnya, ancaman yang memanfaatkan kredensial sering tidak terdeteksi sejak awal.

Selain itu, banyak tool tidak mampu mendeteksi serangan pada protokol seperti Kerberos atau NTLM, serta masih bergantung pada log yang bersifat reaktif, bukan real-time. Keterbatasan ini juga membuat pergerakan lateral antar sistem sulit teridentifikasi.

Dampaknya, teknik seperti Pass-the-Hash, Golden Ticket, credential abuse, hingga privilege escalation sering lolos dari deteksi hingga terlambat, saat attacker sudah berada jauh di dalam jaringan.

ITDR, XDR, EDR, SIEM: Apa Bedanya?

Banyak organisasi sudah memiliki berbagai solusi keamanan, namun masing-masing memiliki fokus berbeda:

Endpoint Detection & Response (EDR)

Berfokus pada aktivitas di endpoint, tetapi terbatas dalam melihat konteks identitas.

Extended Detection & Response (XDR)

Menggabungkan berbagai sumber data, namun belum tentu memiliki kedalaman analisis identity.

Security Information and Event Management (SIEM)

Mengandalkan log dan analisis historis, sehingga sering terlambat dalam mendeteksi serangan.

Identity Threat Detection & Response (ITDR)

Dirancang khusus untuk:

  • Mendeteksi penyalahgunaan kredensial
  • Mengidentifikasi aktivitas otentikasi abnormal
  • Menghentikan lateral movement berbasis identitas

ITDR menjadi lapisan penting yang melengkapi solusi lainnya.

Mengubah Pendekatan: Dari Security Perimeter ke Identity-Centric Security

Untuk menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, organisasi perlu mengubah paradigma keamanan mereka. Jika sebelumnya fokus utama berada pada perlindungan perimeter dan endpoint, kini pendekatan tersebut tidak lagi cukup. Serangan modern justru memanfaatkan identitas yang sah sebagai pintu masuk, sehingga keamanan harus bergeser ke arah yang lebih relevan dengan pola serangan saat ini.

Perubahan ini mengarah pada pendekatan identity-centric security, di mana identitas menjadi pusat dari strategi pertahanan. Konsep ini diwujudkan melalui Identity Threat Detection and Response (ITDR), yang memungkinkan organisasi memiliki visibilitas menyeluruh terhadap aktivitas autentikasi di seluruh lingkungan, baik on-premise maupun cloud. Dengan ITDR, setiap aktivitas identitas tidak hanya dicatat, tetapi juga dianalisis secara kontekstual dan berkelanjutan.

CrowdStrike Falcon Identity Threat Protection (ITDR) untuk Lingkungan Bisnis Modern

Untuk menjawab tantangan serangan berbasis identitas yang semakin kompleks, CrowdStrike Falcon Identity Threat Protection menghadirkan solusi ITDR yang dirancang untuk mendeteksi dan menghentikan ancaman secara real-time. Pendekatan ini memungkinkan organisasi mengidentifikasi penyalahgunaan kredensial, aktivitas autentikasi mencurigakan, hingga pergerakan lateral sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih besar.

Dibangun di atas Falcon platform, solusi ini menggabungkan telemetry dari endpoint, identitas, dan workload dalam satu platform terpadu. Hasilnya, tim keamanan mendapatkan visibilitas yang lebih dalam dan kontekstual terhadap seluruh aktivitas di lingkungan hybrid, sehingga mampu memahami pola serangan secara menyeluruh dan merespons dengan lebih cepat dan akurat.

Manfaat Menggunakan CrowdStrike Falcon Identity

Deteksi Ancaman Identitas Real-time

Mengidentifikasi kredensial yang dikompromikan, aktivitas login mencurigakan, dan pergerakan lateral sebelum berkembang menjadi serangan besar.

 Visibilitas Menyeluruh

Memantau seluruh identitas, aplikasi, dan sistem, baik on-premise maupun cloud, dalam satu platform terpadu.

Mengurangi Attack Surface

Mengidentifikasi akun tidak aktif (stale accounts), kredensial berisiko, dan kelemahan pada identity store seperti active directory.

Behavior-based Analytics

Menganalisis aktivitas user dan memberikan risk scoring untuk mendeteksi anomali secara lebih akurat.

Meningkatkan Efisiensi Tim SOC

Mengurangi false positive dan kebutuhan analisis log yang kompleks melalui korelasi data otomatis.

Mempercepat Incident Response (MTTR)

Memberikan insight yang kontekstual dan terintegrasi untuk investigasi serta respons yang lebih cepat.

Mendukung Threat Hunting Lebih Efektif

Visualisasi attack chain dan aktivitas identitas membantu tim security memahami pola serangan secara menyeluruh.

Success Story di Industri Finansial Mengungkap Ancaman yang Luput dari Deteksi

Salah satu organisasi di sektor finansial menghadapi tantangan besar dalam mengelola dan memantau aktivitas identitas di lingkungan hybrid mereka. Banyaknya akun privilese, service accounts, serta akses yang tidak terkontrol membuat visibilitas menjadi terbatas dan meningkatkan risiko penyalahgunaan kredensial.

Setelah mengadopsi CrowdStrike Falcon Identity Threat Protection, organisasi tersebut mulai menerapkan pendekatan yang lebih modern melalui Privilege Risk Reduction dan Just-in-Time Access. Akses yang sebelumnya berlebihan dan tidak relevan berhasil dikurangi, sehingga secara signifikan menurunkan attack surface yang dapat dimanfaatkan oleh attacker.

Dalam waktu singkat, solusi ini mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan berupa upaya lateral movement yang menggunakan kredensial valid. Karena aktivitas tersebut terlihat seperti perilaku user normal, ancaman ini sebelumnya sulit terdeteksi oleh sistem lama.

Dengan visibilitas menyeluruh dalam satu Unified Security Platform, tim keamanan mendapatkan insight secara real-time terhadap aktivitas identitas di seluruh lingkungan. Ditambah dengan kemampuan automated response, potensi serangan dapat langsung dihentikan sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih besar.

Hasilnya, organisasi tidak hanya berhasil mencegah potensi breach, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional tim SOC serta memperkuat security posture secara keseluruhan.

 Bangun Strategi Identity Security Modern bersama Virtus

Sebagai partner resmi CrowdStrike di Indonesia, Virtus Technology Indonesia (bagian dari CTI Group) membantu organisasi membangun strategi keamanan identitas yang modern, adaptif, dan relevan dengan lanskap ancaman saat ini. Dengan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan bisnis, Virtus memastikan setiap implementasi tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga selaras dengan tujuan operasional perusahaan.

Layanan yang diberikan mencakup end-to-end, mulai dari konsultasi dan assessment untuk memahami kondisi keamanan saat ini, implementasi solusi ITDR berbasis CrowdStrike, hingga integrasi dengan sistem existing agar berjalan secara mulus.

Hubungi tim Virtus sekarang dan mulai perkuat keamanan identitas bisnis Anda.

Penulis: Ary Adianto

Content Writer, CTI Group