Saat ini, banyak insiden kebocoran data perusahaan tidak lagi diawali dengan eksploitasi sistem yang rumit. Sebaliknya, serangan sering dimulai dari email phishing yang tampak meyakinkan, kemudian mengarahkan pengguna ke situs web berbahaya untuk mencuri kredensial, menyebarkan malware, hingga mengenkripsi data melalui ransomware.

Bagi perusahaan, dampaknya tidak hanya berupa gangguan operasional. Kebocoranan data juga dapat mengakibatkan kerugian finansial, menurunkan kepercadata juga dapat mengakibatkan kerugian finansial, menurunkan kepercayaan pelanggan, hingga mempersulit perusahaan dalam memenuhi regulasi perlindungan data seperti PCI, PHI, maupun PII Compliance.

Karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan keamanan yang mampu melindungi seluruh jalur masuk ancaman, terutama email dan web, secara terintegrasi.

Mengapa Email dan Web Menjadi Pintu Utama Kebocoran Data Enterprise?

Email dan web merupakan dua kanal yang paling sering digunakan dalam aktivitas bisnis, mulai dari bertukar dokumen, mengakses aplikasi cloud, hingga berkomunikasi dengan pelanggan dan mitra. Karena digunakan setiap hari, keduanya juga menjadi target utama pelaku kejahatan siber. Serangan umumnya diawali dengan email phishing yang mengarahkan pengguna ke website palsu untuk mencuri kredensial, menyebarkan malware, atau menjalankan ransomware.

Seiring meningkatnya adopsi cloud dan model kerja hybrid, risiko kebocoran data pun semakin besar. Jika tidak diawasi dengan baik, data sensitif seperti informasi pelanggan, data pembayaran, maupun data yang termasuk PCI, PHI, dan PII dapat jatuh ke pihak yang tidak berwenang. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan aktivitas email dan web terlindungi secara konsisten sebagai bagian dari strategi keamanan yang menyeluruh.

Batasan Antivirus Tradisional dalam Menghalau Phishing dan Ransomware Modern

Banyak organisasi masih mengandalkan antivirus atau filter bawaan email sebagai lapisan keamanan utama. Namun, ancaman siber saat ini berkembang jauh lebih cepat dibandingkan metode deteksi tradisional yang berbasis signature atau rule-based.

Beberapa ancaman yang sering lolos dari pendekatan tersebut antara lain:

  • Zero-day attack yang memanfaatkan celah keamanan baru sebelum tersedia pembaruan keamanan.
  • Business Email Compromise (BEC) yang menggunakan rekayasa sosial untuk mencuri informasi atau mengelabui pengguna tanpa malware.
  • Phishing modern dengan email dan website palsu yang semakin sulit dibedakan dari yang asli.
  • Shadow AI dan cloud apps yang berpotensi menyebabkan perpindahan data sensitif tanpa pengawasan tim IT.
  • Kebocoran data akibat tidak adanya kebijakan Data Loss Prevention (DLP) yang konsisten.

Bagaimanan Cara Mencegah Kebocoran Data Lintas Email dan Web Secara Terintegrasi?

Mengamankan email atau web secara terpisah masih menyisakan celah keamanan. Pendekatan yang lebih efektif adalah menggunakan Web Security & Email Security Solution yang bekerja dalam satu platform sehingga kebijakan keamanan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh lingkungan digital.

Keuntungan pendekatan terintegrasi meliputi:

  • Deteksi ancaman lebih cepat dengan memantau aktivitas email dan web secara bersamaan.
  • Perlindungan data yang konsisten melalui kebijakan Sensitive Data Protection dan Data Loss Prevention (DLP).
  • Visibilitas terpusat untuk memantau ancaman, aktivitas pengguna, dan potensi kebocoran data dari satu dashboard.
  • Operasional IT yang lebih sederhana karena seluruh kebijakan dan analisis keamanan dikelola dalam satu platform.

Mengenal Forcepoint: Solusi Proteksi Web Security dan Email Security Terpadu

Untuk menghadapi ancaman siber modern, perusahaan membutuhkan solusi yang tidak hanya mampu mendeteksi ancaman, tetapi juga menjaga produktivitas pengguna serta memberikan visibilitas menyeluruh terhadap aktivitas data.

Forcepoint menghadirkan pendekatan tersebut melalui integrasi Forcepoint Web Security dan Forcepoint Email Security dalam satu platform keamanan data.

Forcepoint Web Security

Sebagai solusi Secure Web Gateway (SWG), Forcepoint Web Security membantu perusahaan mengamankan seluruh aktivitas web tanpa mengorbankan performa jaringan.

Salah satu keunggulan utamanya adalah Direct Connect Endpoint Mode. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang mengalihkan seluruh trafik ke cloud vendor terlebih dahulu sehingga dapat mengurangi throughput secara signifikan, teknologi ini memungkinkan trafik dikirim langsung ke website tujuan. Hasilnya, perusahaan tetap memperoleh perlindungan maksimal dengan latensi yang rendah dan performa akses web yang lebih optimal.

Forcepoint juga dilengkapi berbagai kemampuan keamanan seperti Remote Browser Isolation (RBI), real-time content classification, behavioral sandboxing, anti-malware, hingga analisis reputasi ancaman berbasis ThreatSeeker Global Threat Intelligence.

Selain melindungi pengguna dari website berbahaya, solusi ini membantu organisasi memperoleh visibilitas terhadap penggunaan cloud application, shadow AI, serta aktivitas web yang berpotensi meningkatkan risiko keamanan.

Forcepoint Email Security

Email masih menjadi media yang paling sering dimanfaatkan untuk melakukan phishing, spoofing, maupun Business Email Compromise.

Forcepoint Email Security dirancang untuk memperkuat lapisan keamanan email melalui kombinasi behavioral detection, URL dan attachment sandboxing, serta perlindungan terhadap spoofing yang sering kali tidak dapat dideteksi oleh filter email tradisional.

Solusi ini juga mendukung berbagai model deployment, baik cloud, hybrid, maupun on-premises, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap organisasi. Bagi perusahaan yang menggunakan Microsoft Exchange, Forcepoint menyediakan integrasi native tanpa memerlukan agent tambahan pada endpoint. Pendekatan ini memudahkan implementasi sekaligus meminimalkan gangguan terhadap operasional bisnis.

Selain itu, fitur seperti Email DLP, TLS Enforcement, quarantine management, approval workflow, serta notifikasi real-time membantu perusahaan menjaga keamanan komunikasi email sekaligus memenuhi kebutuhan compliance.

Visibilitas Terpusat dalam Satu Dashboard

Salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan keamanan adalah banyaknya solusi yang berjalan secara terpisah. Forcepoint mengatasi tantangan tersebut dengan menghadirkan visibilitas terpusat terhadap insiden keamanan dari email, web, maupun kebijakan Data Loss Prevention (DLP).

Melalui satu dashboard, tim keamanan dapat memantau ancaman siber, aktivitas pengguna, penggunaan aplikasi cloud, hingga potensi kebocoran data secara real-time. Pendekatan ini tidak hanya mempercepat proses investigasi, tetapi juga membantu organisasi mengambil keputusan keamanan dengan lebih cepat dan akurat.

Dengan menggunakan satu vendor dan satu platform keamanan data, perusahaan juga dapat mengurangi kompleksitas integrasi sekaligus menekan biaya operasional dibandingkan mengelola berbagai solusi keamanan yang berdiri sendiri.

Jelajahi Lebih Lanjut: Solusi Forcepoint di Virtus Technology Indonesia

Lindungi Aset Data Sensitif dan Jaga Compliance dengan Forcepoint bersama Virtus

Sebagai solusi Web Security & Email Security Solution, Forcepoint membantu organisasi mengurangi risiko phishing, ransomware, serta kebocoran data melalui pendekatan keamanan yang terintegrasi. Dengan kemampuan Forcepoint Web Security, Forcepoint Email Security, serta Data Loss Prevention (DLP) dalam satu platform, perusahaan dapat meningkatkan perlindungan data sekaligus menjaga kepatuhan terhadap berbagai regulasi seperti PCI, PHI, dan PII.

Sebagai Authorized Forcepoint Partner, Virtus Technology Indonesia (part of CTI Group) siap membantu perusahaan merancang dan mengimplementasikan solusi keamanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, mulai dari konsultasi, assessment, Proof of Concept (PoC), hingga implementasi.

Hubungi tim Virtus Technology Indonesia untuk mengetahui bagaimana Forcepoint dapat membantu melindungi aset data perusahaan, meningkatkan keamanan operasional, dan membangun strategi keamanan siber yang lebih modern.

Penulis: Ary Adianto

Content Writer CTI Group