Pertumbuhan aset digital membuat pengelolaan keamanan jaringan menjadi semakin kompleks. Banyak perusahaan tidak hanya mengamankan perangkat IT, tetapi juga lingkungan OT, IoT, dan IoMT yang sering kali sulit dipantau dengan solusi keamanan konvensional.

Melalui Forescout Platform, Virtus Technology Indonesia sebagai salah satu distributor Forescout Indonesia membantu perusahaan memperoleh visibilitas aset secara real-time, mengurangi blind spot, serta memperkuat keamanan jaringan dengan pendekatan agentless dan vendor-agnostic.

Mengapa Visibilitas Aset Digital Menjadi Fondasi Keamanan Siber? 

Lingkungan IT modern tidak lagi hanya terdiri atas komputer dan server. Saat ini perusahaan juga mengelola kamera IP, perangkat IoT, mesin industri, sensor otomatisasi, perangkat medis, hingga berbagai perangkat pihak ketiga yang terus terhubung ke jaringan.

Semakin banyak perangkat yang digunakan, semakin besar pula tantangan untuk memastikan seluruh aset telah terinventarisasi dengan baik. Perangkat yang luput dari pemantauan dapat menyimpan kerentanan, menggunakan firmware yang tidak diperbarui, atau terhubung tanpa mengikuti kebijakan keamanan perusahaan.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap keamanan jaringan perusahaan, terutama ketika organisasi mengelola lingkungan IT, OT, IoT, dan IoMT secara bersamaan. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan solusi yang mampu memberikan visibilitas menyeluruh terhadap seluruh aset digital sebelum menerapkan kontrol keamanan yang lebih lanjut.

Forescout Platform Mendukung Visibilitas Aset Digital Lebih Menyeluruh 

Forescout membantu organisasi memperoleh visibilitas yang lebih menyeluruh terhadap seluruh aset yang terhubung ke jaringan, termasuk perangkat IT, OT, IoT, dan IoMT. Dengan mengetahui aset apa saja yang aktif, perusahaan dapat mengurangi blind spot sekaligus membangun fondasi keamanan yang lebih kuat.

Hal tersebut dimungkinkan melalui pendekatan agentless yang dapat menemukan dan mengklasifikasikan perangkat secara otomatis tanpa perlu memasang software tambahan pada endpoint. Pendekatan ini sangat relevan untuk perangkat OT, IoT, maupun IoMT yang umumnya tidak mendukung instalasi endpoint agent.

Selain memberikan visibilitas aset secara real-time, Forescout juga mengusung pendekatan vendor-agnostic sehingga dapat diintegrasikan dengan berbagai solusi keamanan dan infrastruktur IT yang sudah dimiliki perusahaan. Dengan demikian, organisasi dapat meningkatkan visibilitas aset digital, memperkuat Network Access Control, serta mendukung penerapan Zero Trust tanpa harus melakukan perubahan besar pada lingkungan yang sudah berjalan.

Bagaimana Forescout Membantu Mengelola Risiko Keamanan Siber? 

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengidentifikasi aset, memprioritaskan risiko, mengontrol akses, dan merespons ancaman secara lebih cepat dalam satu platform terintegrasi.

KapabilitasManfaat bagi Perusahaan
Real-Time VisibilityMenginventarisasi seluruh aset digital secara real-time sehingga tim IT selalu mengetahui perangkat yang terhubung ke jaringan dan dapat mengurangi blind spot.
Cyber Exposure ManagementMenilai postur keamanan setiap aset dan memprioritaskan risiko berdasarkan tingkat eksposur serta dampaknya terhadap bisnis, sehingga proses mitigasi menjadi lebih efektif.
Network Access Control (NAC)Mengontrol akses perangkat ke jaringan berdasarkan kebijakan keamanan untuk mencegah perangkat yang tidak memenuhi standar memperoleh akses ke sistem perusahaan.
Security AutomationMengotomatiskan respons keamanan berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan sehingga waktu penanganan insiden lebih cepat dan beban operasional tim keamanan dapat berkurang.

Forescout Sediakan Solution Bundle yang Dapat Disesuaikan dengan Kebutuhan Bisnis 

Forescout menyediakan beberapa pilihan solution bundle yang dapat disesuaikan dengan tingkat kematangan keamanan siber dan kebutuhan operasional perusahaan.
Forescout Sediakan Solution Bundle yang Dapat Disesuaikan dengan Kebutuhan Bisnis

Forescout Solutions Bundle

Good Tier
(Security Core, Security Core Plus, Cyber Exposure)

  • Discovery dan klasifikasi perangkat secara agentless
  • Inventarisasi aset digital secara real-time
  • Cyber exposure management untuk membantu memprioritaskan risiko
  • Cocok untuk organisasi yang ingin membangun fondasi keamanan siber

Better Tier
(Security Automation & Control, Security Automation & Control Plus)

  • Seluruh kapabilitas pada Good Tier
  • Network Access Control (NAC) untuk mengontrol akses perangkat ke jaringan
  • Penerapan kebijakan keamanan secara otomatis
  • Otomatisasi respons terhadap ancaman dan insiden keamanan
  • Cocok untuk organisasi yang membutuhkan kontrol keamanan yang lebih proaktif

Best Tier 
(Security Cyber Assurance)

  • Seluruh kapabilitas pada Better Tier
  • Segmentasi jaringan yang lebih dinamis
  • Pemantauan kepatuhan (compliance) secara berkelanjutan
  • Perlindungan yang lebih komprehensif untuk lingkungan IT, OT, IoT, dan IoMT
  • Dukungan add-on eyeAlert untuk meningkatkan visibilitas dan analisis aktivitas keamanan
  • Cocok untuk organisasi dengan kebutuhan keamanan dan kepatuhan yang lebih kompleks

Saatnya Membangun Keamanan Siber yang Lebih Adaptif dan Future-Ready Bersama Virtus

Melalui Forescout, organisasi dapat meningkatkan visibilitas aset digital, memperkuat Network Access Control, menerapkan Zero Trust, serta mengamankan lingkungan IT, OT, IoT, dan IoMT dengan pendekatan agentless dan vendor-agnostic.

Sebagai Authorized Distributor Forescout di Indonesia, Virtus Technology Indonesia (part of CTI Group) membantu perusahaan memilih Forescout Solution Bundle yang tepat melalui layanan assessment, konsultasi, perencanaan implementasi, hingga dukungan teknis. Pendampingan ini memastikan implementasi berjalan lebih efektif sekaligus memberikan nilai maksimal bagi investasi keamanan perusahaan.

Konsultasikan kebutuhan keamanan siber perusahaan Anda bersama Virtus untuk menemukan solusi Forescout yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi dan strategi keamanan jangka panjang.

Penulis: Ary Adianto
Content Writer CTI Group