Penggunaan AI di dunia bisnis terus berkembang, mulai dari Microsoft Copilot hingga custom AI agent untuk membantu pekerjaan internal. Namun, semakin luas akses AI ke data dan sistem perusahaan, semakin besar pula risiko seperti prompt injection, malicious tool calls, dan kebocoran data.
Security tools tradisional belum tentu mampu mengenali ancaman yang muncul dari cara kerja AI agent. Karena itu, perusahaan membutuhkan solusi AI Agent Security yang dapat melindungi AI sejak tahap sebelum deploy hingga runtime.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Palo Alto Networks menghadirkan Prisma AIRS (AI Runtime & Agent Security). Platform ini membantu melindungi seluruh siklus hidup AI, mulai dari tahap pre-production hingga runtime, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan AI dengan lebih aman tanpa kehilangan kontrol terhadap data dan sistem penting.
Mengapa Security Tools Tradisional Belum Cukup untuk Melindungi Agentic AI?
AI agent dapat bekerja secara lebih mandiri dibandingkan aplikasi biasa. Agent dapat menerima instruksi, mengambil keputusan, mengakses database, menggunakan tools, hingga menjalankan tindakan tertentu. Kemampuan tersebut membuat perusahaan perlu memperhatikan keamanan AI dari beberapa sisi.
Mengetahui Di Mana AI Agent Beroperasi
Perusahaan perlu mengetahui AI agent apa saja yang digunakan, sistem apa yang terhubung dengannya, dan data apa yang dapat diakses. Tanpa visibilitas tersebut, tim IT security akan kesulitan mengetahui seluruh attack surface yang dimiliki perusahaan.
Menilai Risiko dan Hak Akses Agent
Setiap AI agent dapat memiliki akses ke aplikasi, database, API, atau tools tertentu. Jika permission terlalu luas, agent dapat melakukan tindakan di luar kebutuhan sebenarnya. Karena itu, perusahaan perlu memahami arsitektur agent sekaligus memastikan setiap identitas memiliki akses yang sesuai.
Menghentikan Ancaman Saat AI Sedang Bekerja
Risiko juga dapat muncul ketika AI agent sedang digunakan. Direct prompt injection dapat memberikan instruksi berbahaya secara langsung, sedangkan indirect prompt injection dapat menyisipkan instruksi melalui data atau sumber eksternal yang dibaca AI.
Selain itu, poisoned RAG dapat memengaruhi informasi yang digunakan AI dalam mengambil keputusan. Ada pula risiko malicious tool calls dan kebocoran data sensitif seperti PII. Kondisi ini membuat AI Agent Security perlu bekerja secara aktif, bukan hanya setelah insiden terjadi.
Melindungi AI Sebelum Deploy dengan Agent Scanning dan AI Red Teaming
Keamanan AI tidak seharusnya baru diperhatikan setelah agent masuk ke production. Prisma AIRS membantu perusahaan menemukan potensi risiko sejak tahap pre-production melalui Agent Artifact Scanning dan AI Red Teaming.
Agent Artifact Scanning untuk Menemukan Celah Lebih Awal
Agent Artifact Scanning membantu memeriksa kode dan komponen AI agent untuk menemukan potensi attack chain sebelum digunakan di production. Pemeriksaan ini dapat diterapkan pada agent yang dibangun menggunakan framework seperti LangChain, CrewAI, dan AutoGen.
AI Red Teaming yang Disesuaikan dengan Arsitektur Agent
AI Red Teaming membantu perusahaan menguji bagaimana AI agent menghadapi berbagai skenario serangan. Prisma AIRS dapat melakukan simulasi lebih dari 500 jenis serangan untuk menemukan kelemahan yang mungkin dimanfaatkan oleh attacker.
Pengujian tersebut tidak hanya menggunakan skenario generik. Simulasi dapat disesuaikan dengan arsitektur dan tools yang digunakan oleh agent sehingga hasilnya lebih relevan dengan kondisi perusahaan. Hasil pengujian juga dapat dipetakan ke standar seperti OWASP, NIST AI RMF, dan MITRE ATLAS.
AI Runtime Security Membantu Melindungi Agent Secara Real-Time
Setelah AI agent masuk ke production, perlindungan tetap perlu berjalan ketika agent sedang berinteraksi dengan user, aplikasi, data, dan tools. AI Runtime Security dari Prisma AIRS membantu memantau aktivitas tersebut dan mengambil tindakan ketika ditemukan ancaman.
AI Agent Gateway sebagai Pusat Kendali
AI Agent Gateway berfungsi sebagai pusat kendali untuk mengawasi traffic antara AI agent dan sistem yang terhubung. Dengan kontrol terpusat, perusahaan dapat melihat aktivitas agent dengan lebih jelas sekaligus menerapkan kebijakan keamanan sesuai kebutuhan.
Setiap Agent Memiliki Identitas dan Hak Akses Sendiri
Prisma AIRS menggunakan pendekatan identity-first dengan memberikan identitas unik kepada setiap AI agent. Akses agent dapat dibatasi sesuai kebutuhan dan waktu penggunaannya.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko overprivileged identity karena agent tidak harus memiliki akses penuh ke seluruh sistem.
Deteksi Ancaman dalam Hitungan Milidetik
Perlindungan real-time harus tetap mempertahankan performa aplikasi. Prisma AIRS memiliki detection latency sekitar 110 ms sehingga ancaman dapat dideteksi dengan cepat tanpa mengganggu kinerja aplikasi secara signifikan.
Kemampuan ini membantu perusahaan merespons ancaman sebelum aktivitas berbahaya berkembang menjadi insiden yang lebih besar atau menyebabkan data sensitif keluar dari lingkungan perusahaan.
Mengamankan SaaS Agent dan Endpoint Developer
Penggunaan AI di enterprise tidak hanya berasal dari custom AI agent. Banyak perusahaan juga menggunakan SaaS agent dan AI coding tools dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, perlindungan AI perlu mencakup cloud, SaaS, dan endpoint.
Kontrol terhadap SaaS Agent
Prisma AIRS memberikan visibilitas terhadap SaaS agent seperti Microsoft Copilot, Salesforce Agentforce, dan ServiceNow. Perusahaan dapat menerapkan prinsip least privilege agar setiap agent hanya memperoleh akses yang memang dibutuhkan.
Melindungi Aktivitas AI di Endpoint Developer
AI coding tools seperti Cursor dan Claude Code dapat berinteraksi dengan source code, file, dan resource yang terdapat pada perangkat developer. Jika tidak dikontrol, aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko kebocoran source code atau data internal.
Agentic Endpoint Security dari Prisma AIRS membantu mengamankan penggunaan AI pada endpoint developer sehingga perusahaan dapat memanfaatkan AI coding tools dengan kontrol keamanan yang lebih baik.
Visibilitas dan Compliance dalam Satu Platform
Mengamankan AI bukan hanya tentang menghentikan serangan. Perusahaan juga perlu mengetahui kondisi keamanan seluruh AI agent dan memiliki informasi yang dapat digunakan untuk evaluasi serta audit.
Prisma AIRS menyediakan visibilitas terpusat terhadap AI agent di berbagai environment. Risiko dapat dipantau melalui risk score, sementara hasil pengujian dan aktivitas keamanan dapat digunakan untuk membuat laporan yang lebih siap untuk kebutuhan audit.
Platform ini juga menyediakan compliance mapping yang dapat menghubungkan kontrol keamanan AI dengan framework seperti OWASP, NIST, dan MITRE ATLAS. Pendekatan tersebut membantu perusahaan menjaga keamanan sekaligus mempermudah proses compliance.
Prisma AIRS Palo Alto Networks untuk Adopsi AI yang Lebih Aman
Semakin banyak perusahaan menggunakan AI agent, semakin penting pula kemampuan untuk mengetahui agent apa saja yang digunakan, data apa yang dapat diakses, dan tindakan apa yang dilakukan. Perusahaan membutuhkan perlindungan yang tidak hanya berada di network atau endpoint, tetapi mencakup seluruh siklus hidup AI.
Prisma AIRS Palo Alto Networks menggabungkan pre-production scanning, AI Red Teaming, AI Runtime Security, Agent Identity Security, SaaS Agent Security, dan Agentic Endpoint Security dalam satu platform. Pendekatan ini membantu perusahaan mendapatkan kontrol dan visibilitas dari tahap pengembangan hingga agent digunakan dalam operasional.
Prisma AIRS juga didukung oleh threat intelligence dari Unit 42 dan telah dipercaya oleh lebih dari 70.000 pelanggan di seluruh dunia. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengembangkan dan menggunakan AI secara lebih aman tanpa harus mengorbankan kebutuhan bisnis.
Skalakan Inovasi AI Enterprise Secara Aman Bersama Virtus Technology Indonesia
Adopsi AI tidak harus membuat perusahaan kehilangan kontrol terhadap data dan sistemnya. Dengan perlindungan sejak sebelum deploy hingga runtime, perusahaan dapat mencegah risiko lebih awal, memantau aktivitas agent, dan merespons ancaman secara real-time.
Virtus Technology Indonesia (part of CTI Group) dan distributor resmi Palo Alto Networks di Indonesia, siap membantu perusahaan mengevaluasi kebutuhan AI Agent Security melalui konsultasi arsitektur, sesi demo, hingga implementasi Prisma AIRS.
Hubungi Virtus Technology Indonesia untuk mengetahui bagaimana Prisma AIRS dapat membantu perusahaan memperkuat keamanan AI, mendukung AI data loss prevention, dan mengembangkan penggunaan AI enterprise secara lebih aman dan terkontrol.
Author: Ary Adianto
CTI Group Content Writer
